Minggu, 22 Agustus 2021

FILOSOFI 10 MUHARRAM/ASYURA

Berikut isi pidato Sayyidina Husain (cucu Rasulullah) yang disampaikan ulang oleh Gus Nadir:

“Lihatlah nasabku, pandangilah siapa aku ini, lantas lihatlah siapa diri kalian. Perhatikan apakah halal bagi kalian untuk membunuhku dan menciderai kekhormatanku”.

“Bukankah aku ini putra dari anak perempuan Nabimu (Fatimah Az-Zahra) ? Bukankah aku ini anak dari washi (penerima wasiat) dan keponakan Nabimu yang pertama kali beriman kepada ajaran Nabimu?”

“Bukankah Hamzah, pemuka para syuhada adalah pamanku? Bukankah Ja’far,  yang akan terbang dengan dua sayap di surga itu pamanku?”

“Tidakkah kalian mendengar kalimat yang viral di antara kalian sendiri bahwa Rasulullah SAW pernah berkata tentang saudaraku dan aku? Kata baginda Rasul, keduanya adalah pemuka dari pemuda ahli surga.”

“ Jika kalian percaya dengan apa yang aku sampaikan, dan sungguh itu benar karena aku tak pernah berdusta. Tapi jika kalian tidak mempercayaiku maka tanyakanlah kepada para sahabat Nabi, Jabir bin Abdullah al-Anshari, Abu Said al-Khudri, Sahl bin Sa’ad, Zaid bin Arqam, dan Anas bin Malik, yang semuanya akan meberitahu kalian bahwa mereka pun mendengar apa yang Nabi sampaikan mengenai kedudukan saudaraku dan aku. Tidakkah ini semua cukup menghalangi kalian untuk menumpahkan darahku?”.


Gus Nadir menjelaskan, kata-kata yang begitu eloknya ini direkam sejumlah kitab dari para ulama Ahlsunnah wal  Jamaah (Aswaja). Seperti oleh At-Thabari dalam kitabnya Tarikh At-Thabari jilid kelima halaman 425 dan oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah jilid ke-8 halaman 193.

Namun, menurut Gus Nadir, sayangnya mereka yang telah terkunci hatinya tidak tersadar dengan pidato yang disampaikan Sayyidina Husain tersebut. Pasukan yang mengepung atas perintah Ubaidillah bin Ziyad itu tetap memaksa Sayyidina Husain untuk mengakui kekuasaan khalifah Yazid bin Muawiyah.

Hingga akhirnya, Husain dibunuh......

Wallohu a'lam bisshowab.....

Kamis, 19 Agustus 2021

HATI-HATI DENGAN PRASANGKAMU, KARENA MATA SERINGKALI MENIPU

Penjahit tua dan tukang Daging,

Seorang penjahit tua tinggal di sebuah desa kecil dan biasa menjahit pakaian yang sangat rapih dan indah dan menjualnya dengan harga yang bagus cukup mahal..

Suatu hari, seorang pria miskin dari desa datang kepadanya dan berkata kepada Penjahit

Anda menghasilkan banyak uang dari pekerjaan Anda, lalu mengapa anda tidak membantu orang miskin di desa......

Lihatlah penjual daging didesa yang tak punya banyak uang dan setiap hari membagikan daging kepada orang miskin....

Penjahit itu tidak menanggapinya dan tersenyum tenang.. 

Orang miskin itu keluar dari penjahit dan Mengabarkan ke penduduk di desa bahwa penjahit tua itu kaya tetapi pelit, sehingga orang-orang desa membencinya..

Dan setelah beberapa saat penjahit tua itu jatuh sakit, dan tidak ada penduduk desa yang peduli padanya, dan dia meninggal sendirian

Hari-hari berlalu dan orang-orang desa menyadari bahwa tukang daging tidak lagi mengirimkan daging gratis kepada orang miskin

Dan ketika mereka bertanya mengapa Tak Lagi Membagikan Daging Ke Penduduk Desa Yang Miskin ?Penjual daging itu  memberi tahu mereka bahwa penjahit tua itu biasa memberi saya sejumlah uang setiap bulan untuk sedekah, untuk memberi daging kepada orang miskin.

Setelah ia meninggal, berhenti sedekah atas kematiannya.

******

Beberapa orang mungkin berpikir buruk tentang Kita, dan yang lain mungkin berpikir bahwa Kita lebih murni daripada air.

Ini tidak akan menguntungkan Kita, juga tidak akan merugikan Kita, yang penting adalah apa yang Allah ketahui tentang Kita,

Jangan menilai seseorang dari apa yang Kita dengar Dari Orang Lain, karena dia mungkin memiliki hal-hal lain dalam hidupnya, jika Suatu Saat Kita  mengetahuinya, 

Kita akan Menyesali Semua Ucapan,Pikiran Dan Sikap Kita Pada nya..

Kemuliaan Asyura


Suatu hari, bertepatan dengan Asyura ada seorang fakir yang memiliki tanggungan anak pergi ke rumah tuan Qadli (hakim). Sebetulnya dia enggan meminta karena dia juga seorang Alawiyyin, akan tetapi melihat anaknya yang sudah berhari-hari tidak makan ia pun pergi menuju kota.

Untuk menuju ke kota, ia harus berjalan cukup jauh melewati padang pasir. Akhirnya, tibalah ia di rumah tuan Qadli. Kemudian menceritakan keadaannya.

" اني رجل فقير ذو عيال 

(saya ini lelaki fakir yang punya banyak tanggungan keluarga). 

Hari ini bertepatan 10 muharam, saya mau minta kepada anda tidak banyak: 10 potong roti, 10 potong daging, dan uang 2 dirham,” kata si fakir.

“Iya Pak, nanti siang anda ke sini lagi,” jawab Qadli.

Lalu pulanglah ia ke desa, sementara itu anaknya melihat kedatangan sang ayah merasa gembira. Berharap membawa sesuatu untuk dimakan. Akan tetapi kali ini ia pulang dengan tangan hampa.

“Sabar ya nak, nanti siang ayah kembali lagi ke sana,” jawab sang ayah.

Siangnya, si fakir kembali menemui Qadli dan mendapat jawaban sama. “Maaf, nanti sore kembali lagi ya, Pak,” jawab Qadli.

Jawaban tersebut terulang lagi, ketika pada sore harinya si fakir menemui Qadli. Bahkan, ia justru mendapat makian dari Qadli karena meminta-minta.

Merasa sedih dan tidak berdaya lagi, ia pun berdoa kepada Allah. “Ya Allah! mata mana yang tega melihat kondisi anak saya? Telinga mana yang mampu mendengar ratap tangisan anak saya? Mulut mana yang mampu menjawab pertanyaan anak saya!” pinta fakir.

Maka ia pun pulang dengan langkah gontai. Namun, di tengah jalan ia bertemu dengan seorang Nasrani bernama Saiduk

“Ada apa Pak, kenapa menangis?” tanya Saiduk.

“Jangan tanya kondisi saya,” jawab fakir.

“Saya tanya, billahi, mengapa kamu menangis?” tanya Saiduk kembali.

Akhirnya, ia menceritakan kisahnya kepada Saiduk dan membuatnya iba, kemudian ia bertanya. “Saat ini kalau dalam Islam, hari apa?” tanya Saiduk.

“10 Muharram. Ini hari yang penuh berkah,” jawab fakir.

“Kalau begitu saya ingin memberi kepada anda, lebih dari yang anda minta” jawab Saiduk.

Tidak hanya itu, bahkan Saiduk berjanji untuk selalu memberi bantuan kepada si fakir. Hal ini membuat fakir bahagia. Ia pun pulang dengan disambut gembira anak-anaknya, sebab kali ini ia pulang dengan membawa sejumlah makanan dan uang.

“Ya Allah, orang yang membuat kami senang, maka buatlah dia gembira, secepatnya,” ungkap anak-anaknya.

Sementara itu, pada malam harinya tuan Qadli bermimpi. Ia mendengar suara tanpa rupa (hatif).

“Angkat kepalamu!” dilihatnya dua rumah panggung yang terbuat dari emas dan perak.

“Ini untuk siapa?” tanya Qadli.

“Sesungguhnya untuk kamu, seandainya kamu melayani kebutuhannya orang fakir tadi, tapi karena kamu tidak melayani, maka ini diberikan kepada Saiduk,” jawab hatif.

Esok hari, tua Qadli bergegas menuju ke rumah Saiduk untuk menanyakan perihal mimpi semalam. “Wahai Saiduk, amal kebajikan apa yang telah kamu lakukan semalam?” tanya Qadli. Saiduk pun menceritakan kembali, tentang seorang fakir yang bertemu dengannya semalam..

“Baiklah saiduk, apa yang kau berikan kepada orang fakir tersebut, saya ganti 100.000 dirham,” kata Qadli.

Namun, di luar dugaan tawaran tersebut ditampik Saiduk. “Tuan Qadhi, jangankan sejumlah yang anda tawarkan. Seandainya diberi dunia ini penuh dengan emas, tidak akan saya berikan. Sekarang saksikan dan pegang tangan saya, اشهد ان لا اله الا الله  واشهد ان محمدا رسول الله,” tukas Saiduk yang akhirnya ditakdirkan Allah menjadi orang yang beruntung, sesuai dengan namanya...


📝 : Kyai Achmad Gufron Nawawi Kang Mas Naufal Himasal Wonogiri

Rabu, 18 Agustus 2021

Asyura' Momentum Berbagi Kasih Sayang.

Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura yaitu tanggal 10 Muharram.

Oleh karenanya hari Asyura' dijadikan sebagai Idul Yatama, berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut. 

Dimana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِي عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِيْنِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَكَالَّذِي يَصُوْمُ النَّهَارَ وَيَقُوْمُ اللَّيْلَ

_“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.”_ (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 131, Muslim: 53]

Dalam kitab _*Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin*_ disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

_“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharran, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan baragsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“._

Mengenai maksud “mengusap kepala anak yatim” dalam hadits di atas, sebagian ulama mengartikannya sebagai makna hakiki (mengusap kepala dengan tangan), dan sebagian lainnya mengartikan sebagai makna kinayah (kiasan).  

Syeikh Abu Thayyib menyatakan:

قال الطيبي: مسح رأس اليتيم كناية عن الشفقة والتلطف إليه، ولما لم تكن الكناية منافية لإرادة الحقيقة لإمكان الجمع بينهما

_“Abu Thayyib berkata: “Mengusap kepala anak yatim adalah sebuah kinayah tentang kasih sayang dan sikap lemah lembut (kepada anak yatim). Makna kinayah ini tidak bertentangan dengan makna hakiki, karena keduanya bisa dipadukan”._ (Mirqatul Mafatih, 8/3115)

Kasih sayang kepada anak yatim, tentu saja bukan hanya diwujudkan dengan belaian rambut belaka, tapi juga mengurus anak yatim secara baik dan memberi santunan untuk sandang, pangan, papan, dan pendidikannya. Maka, pemberian santunan bukan hanya dilakukan pada tanggal 10 Muharram saja, tapi juga pada bulan-bulan lainnya.

Semoga Allah limpahkan karuniaNya untuk kita dapat senantiasa mengikuti teladan rasulNya, menyayangi dan menyantuni Anak yatim Lillahi Ta'ala.

Asyura' Momentum Berbagi Kasih Sayang.

           *Semoga Bermanfaat*


                                   والله المستعان وإليه ااتكلان 

 Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.

    

                  


Sabtu, 31 Juli 2021

HARTA, KITA INI PENGELOLA, BUKAN PEMILIK



Saudaraku semuanya, masalah harta, kita ini Cuma pengelola bukan pemilik. Pemilik harta kita yang sesungguhnya adalah Alloh.

- Semua harta adalah milik Alloh SWT.

Alloh titipkan pada hamba, sesuai kemampuan mengelolanya.

Alloh tidak menguji hamba di luar kemampuannya. (ayat)

Alloh tidak menitipkan amanah harta, di luar kemampuan hamba.

- Apapun yang kita miliki adalah titipan Alloh, amanah Alloh SWT.

Bila dikelola dengan baik, maka harta akan ditambah.

Bila tidak dikelola dengan baik, maka harta akan dicabut.

Mengelola harta adalah menggunakan harta untuk bekal ibadah.

- Alloh yang menciptakan kita.

Alloh tahu persis kemampuan dan kekuatan kita.

Bila hati kita lemah, Alloh titipkan sedikit harta.

Bila hati kita kuat, Alloh titipkan banyak harta.

Bila hati kita kuat sekali, Alloh titipkan banyak sekali harta.

- Setiap penurunan harta, pasti ada tugas yang harus dikerjakan.

Bila harta turun, kewajiban dikerjakan, harta akan ditambah.

Bila harta turun, kewajiban tidak dikerjakan, harta akan dicabut.

Kewajiban hamba adalah banyak beribadah dan banyak beramal.

Belajarlah menggunakan nikmat Alloh SWT untuk bekal kita kelak.

Agar harta, nikmat, rezeki, uang, ditambah oleh Alloh. 

Jangan gunakan nikmat Alloh untuk sarana maksiat dan dosa.

Agar harta, nikmat, rezeki, uang, tidak dicabut oleh Alloh. 

Renungan:

Harta itu bagai bendungan. Bila air bendungan disalurkan untuk pertanian, Alloh turunkan hujan di sekitar bendungan. Bila harta disalurkan untuk infaq dan sedekah, Alloh datangkan harta lagi.

(Agen BRILINK Faqih , Minggu, 01/08/2021)

Selasa, 13 Juli 2021

7 Golongan akan mendapatkan perlindungan dari Alloh SWT di hari kiamat

Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan Allooh dihari yang tiada perlindungan selain perlindungan Allooh adalah :

1. Imam yang adil

2. Orang yang hatinya selalu terpaut kepada masjid

3. Orang yang sejak kecil tumbuh dan berkembang dalam pendidikan agama

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allooh, mereka bertemu dan berpisah karena Alloh,

5. Seorang laki-laki yang sehat dan normal, digoda seorang perempuan muda yang cantik dan menarik hatinya, namun dia menghindar karena takut kepada Alloh,

6. Seorang yang bangun dimalam gelap gulita, mendirikan sholat dan istighfar, menyesali dosa-dosanya, hingga airmatanya mengalir 

7. Seorang yang bersedekah diam-diam, diibaratkan, tangan kanan mengeluarkan sedekah, tangan kiri tak mengetahuinya.(Al Hadits)

Semoga kita menjadi salah satu dari ketujuh golongan tersebut, berkumpul, bermusyawarah demi membahas masalah umat, dengan mengeluarkan pendapat masing-masing, meski terjadi debat, beda pendapat, namun akhirnya bisa mendapatkan kata sepakat, 

Alhamdulillaah, 

Jumat, 09 Juli 2021

RAHASIA MEMBANGUN KELUARGA UNGGUL

 


Rumah tangga, kadang memang banyak  masalah dan tantangan di dalamnya. Terlebih lagi saat orang tua kita bertamu ke rumah, namun pasangan kerap terkesan dingin dan seolah tidak menghargai. Hingga di titik nadir terendahnya, kadang sudah menyentuh diluar ambang batas toleransinya, hingga orang biasa berkata “Pilihan  Pasangan Atau Pilih Orang Tua?”.  

Pernahkah berada di titik ini? Selaku Penyuluh Agama, saya banyak menemui ini di lapangan. Baik dalam membantu memecahkan kasus, maupun sekedar dimintai tanggapan atau pendapat. 

Dan saya ingin berkata bahwa,  meski sebesar apapun masalah kita dalam keluarga, ini dia rahasianya.  Dalam surat Annisa Ayat 21, Allah menyebut sebuah pernikahan itu dengan istilah “Mitsaaqan Ghaliidza” (Perjanjian Agung yang sangat kuat) Jadi tidak boleh semudah itu di bongkar pasang pernikahan, meski perceraian itu bukan sesuatu yang haram.

Terkait orang tua, memang adalah sesuatu yang pertama dan utama. Secara prinsip, yess.. saya pun setuju. Tapi dalam proses implikasinya di lapangan, tidak boleh menggunakan pedekatan Hitam-Putih. Namun Harus dimaknai secara holistik. Dalm buku ESQ-nya Mas Ari Ginanjar, menyebutkan dengan  istilah “99 thinking hits.” (Berpikir melingkar).

Karenanya, Rumah tangga itu harus punya “Devisi Edukasi” dan itu tugas utama suami sebagai Imam. Terkait segala masalah yang ada, berfikirlah secara holistik dan atasilah secara bijak, prioritas pada menjaga kelanggengan pernikahan. 

Menariknya, segala kesabaran dan ikhtiar kebaikan yang dilakukan untuk mempertahankan keluarga karena Allah, akan dicatat pahala yang berbuah ganjaran surga. Rasa-rasanya kita perlu belajar kepada Asiyah, Istri Firaun, yang notabene seorang yang bengis dan pembunuh.

Namun Asiyah tidak pernah memita cerai, bahkan ia berkata “Kulakukan semua Ini Ya Allah sebagai tebusan untuk meraih ridha surga-Mu. Pertanyaannya, mengapa Asiyah begitu nampak tegar menghadapi segala prahara rumah tangganya bersama Fi'aun?

Yap, karena ternyata dibalik segala masalah yang terjadi di rumah tangga, disana ada LADANG PAHALA yang disiapkan Allah bagi orang-orang yang bersabar dan bertahan untuk memperbaikinya. Namun setelah ikhtiar maksimal dan pada akhirnya  hasilnya mengalami deadlock, dan pilihan hanya ada dua Antara pasangan dan Oran tua. Apa pilihan Anda?

Ya, Orang tua tetap harus jadi prioritas utama, tapi pastikan segala ikhtiar edukasi dan pemikiran holistik sudah maksimal dilakukan, sebelumnya. Ketahuilah, hal seperti ini kadang Allah mengizinkan untuk terjadi, demi mengoreksi niat sesorang dalam melakukan pernikahan. 


Karena, kadang pernikahan suci yang disebutkan Allah dengan Istilah “Mitsaaqan Ghalidza” tersebut diatas, Banyak yang menciderainya dengan memasukkan niat dan tendensi-tendensi tertentu, yang cenderung sifatnya harta, atau fisik semata. Sehingga, boleh jadi inilah yang mau di “screening” Allah, dalam bentuk ketidak-langgengan pernikahan... 


Namun siapapun yang berada di titik ini, maka tetaplah optimis. Ketetapan Allah selalu yang terbaik untuk Anda, apapun kondisinya. Sangat boleh jadi, Allah sedang menguji kesabaranmu dan pada saat yang sama sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu dalam merajut hari-hari indah di dunia hingga akhirat kelak. Semoga..


Rabu, 07 Juli 2021

MENJELANG 10 HARI TERBAIK DI BULAN DZULHIJJAH

Menjelang bulan Zulhijjah yang bakal tiba beberapa hari lagi, kita saling ingat-mengingatkan bahwa 10 hari yang awal di bulan Zulhijjah merupakan hari terbaik di dunia, hari paling afdhal di sisi Allah 'Azza wa Jalla.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda : “Amal soleh yang paling disukai Allah ialah amalan yang dilakukan oleh hamba-hambaNya pada hari-hari ini (10 hari pertama bulan Dzul-Hijjah). Sahabat bertanya: “Apakah lebih disukai daripada jihad fi sabilillah?” Baginda menjawab: “Ya. Lebih disukai daripada berjihad fi sabilillah, kecuali seorang lelaki yang pergi berjihad dengan jiwa dan hartanya kemudian dia tidak membawa pulang sedikitpun kedua-duanya itu (semua harta dan jiwanya dikorbankan untuk jalan Allah)”

Dari Jabir bin Abdullah r.a. dia berkata bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda maksudnya: “Hari yang paling afdal di dunia ialah 10 hari (yang pertama) bulan Zul-Hijjah.”

Hadis dikeluarkan oleh al-Bazzar. Menurut al-Haitsami rawi-rawinya tsiqah.

Maka dari itu mari  sama-sama kita amalkan amalan-amalan yang baik demi meraih kelebihan dan keanugerahan dari yang Allah.

1.  Solat – fadhu dan sunat-sunat

2. Puasa sunat mulai 1 hingga 9 Zulhijjah. Jika tidak lakukan pada 8&9  kerana fadhilatnya dihapuskan dosa dua tahun

3.  Tilawah al-Quran sebanyak mungkin, dan mengulang-ulang surah-surah yang besar fadhilatnya seperti al-Zalzalah menyamai ½ al-Quran, al-Ikhlas menyamai 1/3 al-Quran dan al-Kafirun menyamai ¼ al-Quran

4.  Selawat ke atas Nabi s.a.w. sebanyak yang mungkin, sedikitnya 100 kali sehari

5.  Istighfar sebanyak yang mungkin, paling tidak 100 kali sehari

6.   Berdzikir :

Baik membaca 

لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد

 وهو علىكل شيء قدير

100  kali pagi dan 100 kali sore

7.  Bersedekah sesuai kemampuan

8.  Bersilatulrahim

9.  Menengok orang sakit 

10.  Bertakbir mulai subuh pada hari ke 9

11. Solat sunat hari raya pada hari ke 10 (Situasi pandemi boleh dilakukan di rumah masing-masing)

12. Berkorban bagi yang mampu pada hari ke 10, 11, 12 dan 13

Dan amal-amal baik lainnya. 

Selamat beramal, semoga Allah menerima  amal kita dan dihapuskan dosa-dosa kita.


*Mengapa Bismillah ?*

Bagi seorang muslim yang sadar dan beriman kepada Allah swt, hendaknya hati selalu ingat kepada-Nya dalam berbagai tindak-laku aktifitas keseharian. Karena hidup ini hanya bergantung kepada-Nya. Bukankah jika Dia berkehendak, bisa saja udara di dunia ini dikosongkan untuk beberapa menit saja. Bayangkan apa yang terjadi dengan nasib manusia?

Untuk itulah Rasulullah saw menghimbau umatnya untuk memulai segala sesuatu dengan bacaan bismillah. Karena sesungguhnya hal itu dapat menyadarkan manusia dari tindakan rutinitasnya dan kembali berpikir dengan penuh kesadaran.

كل أمر ذي بال لا يُبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أقطع

_Setiap perkara baik yang tidak didahului dengan bismillahirrahmanirrahim, perkara itu terpotong (percuma atau tidak dianggap ibadah)_

Dari keterangan Rasulullah saw di atas, maka secara otomatis bacaan bismillah dapat menggeser posisi tindakan rutinitas menjadi sebuah laku ibadah yang penuh makna. Sebagaimana kita menjalankan berbagai syariatnya.

Bahkan tidak hanya itu saja, jiakalau kita mau mendalami beberapa hadits lain bisa jadi laku rutinitas yang telah bergeser menjadi laku ibadah karena didahului dengan bismillah berubah menjadi sumber kebajikan dan kebijakan.

مامن عبد يقول بسم الله الرحمن الرحيم إلا أمر الله تعالى الكرام الكاتبين أن يكتبوا فى ديوانه أربعمائة حسنة

_Tidaklah seorang membaca bismillahirrahmanirrahim kecuali Allah akan utus kepadanya seorang (malaikat pencatat) menuliskan 400 kebaikan untuknya._

Jikalau sudah demikian, maka apa yang keluar dari seorang yang membaca bismillah tidak lain hanyalah berbagai kebaikan yang sekaligus menganulir berbagai tindak keburukan. Bahkan dalam salah satu haditsnya dengan tegas Rasulullah saw berkata

مامن عبد يقول بسم الله الرحمن الرحيم إلا ذاب الشيطان كما يذوب الرصاص على النار

-Tiada seorang hamba membaca bismillahirrahmanirrahim kecuali ia akan mematri setan-setan seperti halnya tenol yang terpatri oleh soldir-

Itulah beberapa alasan pentingnya mengucap bismillah. Sebagaimana Rasulullah saw menggambarkan posisi bismillah dalam rentetan keistimewaan yang lain, Rasulullah saw bersabda : _"Allah menghiasi langit dengan bintang-gemintang, menghiasi malaikat dengan jibril, menghiasi surga dengan bidadari, menghiasi para nabi dengan Muhammad saw, menghiasi hari dengan Jum'at, menghiasi malam dengan laylatul qadar, menghiasi bulan dengan Ramadhan, menghiasi masjid dengan ka'bah, menghisi mushaf dengan al-Qur'an, dan menghiasi al-qur'an dengan bismillah"._

Minggu, 04 Juli 2021

TIGA KARAKTER KEBAIKAN



1. Positif Pasif

Adalah perbuatan baik dilakukan karena menunggu kesempatan, atau menunggu hari maupun waktu baik, baru melakukan perbuatan baik. Karena "Bersifat Menunggu" maka kebaikannya berkarakter positif pasif.

2. Positif aktif

Berbuat baik tidak menunggu waktu maupun hari baik, untuk melakukan perbuatan baik. Setiap waktu adalah "Waktu Baik atau Kesempatan" untuk digunakan berbuat baik, karena perbuatan baik itulah, maka waktu maupun hari menjadi baik. Begitu aktif dan "Tidak Menunggu", jenis kebaikan ini berkarakter positif aktif.

3. Positif kreatif

Selain aktif berbuat baik untuk dirinya sendiri maupun buat orang lain, juga selalu memotivasi maupun memberi contoh kepada pihak lain, agar "Orang-orang di sekitarnya" mau melakukan perbuatan baik. Karena selalu melakukan kebaikan dengan menggunakan "Berbagai Cara Serta Terobosan", maka kebaikan jenis ini  berkarakter positif kreatif. 

" Positif Pasif " merupakan kebaikan lemah karena bersifat menunggu.

" Positif Aktif " masih lebih baik dan merupakan kebaikan yang kuat karena tidak harus menunggu.

Dan yang terbaik adalah;

" Positif Kreatif " karena banyak cara untuk melakukan kebaikan, bisa memotivasi, menginspirasi & memberikan teladan pada orang-orang di sekitarnya untuk melakukan perbuatan baik.

"Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

MEMBANGUN PRIBADI UNGGUL SADAR GAUL...

 

Menyediakan waktu walau sekedar untuk menikmati indahnya Alam bersama buah hati, adalah cara terbaik untuk membangun kedeketan batiniah (Emotional Bounding) pada anak sejak dini.

Dan, kedekatan secara batiniah menjadi pintu masuk terbaik untuk menyelami semesta terdalam anak. 

Guna menancapkan sisitem nilai disana, yang kelak bertumbuh menjadi filter terbaiknya, menuju pribadi sadar gaul dan memiliki prinsip hidup yang kokoh...

Respon Cepat Penyuluh Agama KUA Mrebet Terjun Langsung Pantau Kondisi Korban Banjir Bandang Sangkanayu

  MREBET – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mrebet menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana alam dengan ikut berpartis...